18 November 2009 by thewaskitas
Jujur, baru 2x buat pancake selama hidup. Kalo cuma browsing dan download recipe juga video how-to-nya sih seriiiiing. Dari hasil browsing, ingredients dan waktu luang yang ada, akhirnya recipe yang Saya pake punya Kraftfoods. Simple. Pertama kali buat, bantat hasilnya, gak bisa ngembang. Dari analisa sih, ngukur BP-nya kurang pas, meski rasanya dah enak. Tapi tetep dah ilang feeling buat ambil gambarnya.
Selasa pagi disempatin buat, sekalian buat bekal sekolah Dhenok. Semua bahan diukur dengan seksama dan dengan hati. Tepung terigu, gula, garam dan BP – yang ini diukur dengan penuh perasaan
Telur dikocok asal lepas, campur dan aduk dengan susu dan minyak goreng, sampai rata. Susunya Saya pake susu Nutrilon 4-nya Dhenok hehehe, kebetulan Dhenok dah gak consume itu lagi, jadi Saya berdayakan. Meski susunya rasa vanilla, kok gak dapet ya rasanya
Ready semuanya, wet & dry ingredients, dicampur pake whisk sampe halus tapi jangan overmix. Panasin frying pan atau griddle, olesi dengan sedikit margarin. Saya ambil 1/3 cup adonan, tunggu sampai ada letupan buih di sisi atas sambil lihat sisi bawahnya dah seberapa coklat – tergantung selera. Lalu balik, naaa step ini niiii yang Saya suka. Dan teksturnya yang sekarang bisa fluffy, yipiiieeee.
Dari bahan segitu dan diukur dengan 1/3 cups, jadi 6 pancakes, 2 polos dan 4 bertabur choco chips. Setelah nyiapin bekal buat Dhenok, sisanya dibawa ke kantor, tentu dengan membawa chocolate topping jam dan vanilla wafer crumbs. Ice cream biar beli dewe dewe. Kalo ada waktu lagi, pengin buat yang pake buttermilk, trus kocokan putih telur dan vanilla extract, hmmm pasti lebih fluffy dan wangi. Dan, ini ada sedikit foto pancake yang bisa dinikmati.
Posted in BelajarMasak | Tagged bekal sekolah, food, jajanan, pancake, PAUD, pola asuh | 2 Comments »
10 November 2009 by thewaskitas
Beginilah kalau Si Dhenok sudah mulai dasaran di atas kasur tidurnya. Berantakan, dan geli juga waktu Dhenok bermain dengan uang uang mainan monopoli. Pasti sudah banyak yang tahu kan, gimana mainan monopoli itu? Ada kartu DANA UMUM, KESEMPATAN, HIPOTIK dan UANG BANK. Tentunya masing masing item, lembarannya lebih dari sepuluh lembar. Bisa dibayangkan toh, kalo semua lembaran itu diabul abul (diberantakin). Salah satu kebiasaan Saya, sering mengingatkan Dhenok untuk membereskan semua mainannya sebelum bobo. Dan memujinya setelah bisa membereskan semuanya, dengan kalimat, “Waaa hebat, Dhenok bisa beresin mainannya…..”
Satu malam, Dhenok ngabul abul mainan monopoli ini di atas kasur tidurnya, dan ditinggal begitu saja ke kamar akung uti untuk nonton TV sampe tertidur pulas. Akhirnya, bisa ditebak, siapa yang membereskan mainannya. Yup, Saya, bundanya. Dan esok paginya, setelah cukup ‘ampere’ dari bangun tidur, lagi lagi mainan monopoli diabul abul. Saya yang barusan masuk ke ruangan, cuma bisa mengingatkan dan menegur, “Dhenok kok mainan itu lagi. Setelah selesai, dibereskan.” Pernyataan Saya dibalas dengan pertanyaan, ” Semalam
yang beresin mainanku siapa?” Saya jawab, “Ya Bunda, Dhenok kan dah keburu bobo sebelum beresin mainan.” Dan Saya dapat komplimen dari Dhenok, “Waaaa Bunda hebaaaattt.” Tentu saja dengan mengacungkan dua jempolnya, kanan dan kiri, juga dengan senyum jahilnya. “Asemik”, jawab Saya dalam hati. Dududududu, Si Ayah yang Saya ceritain ngakak habis.
Posted in DhenokQQ | Tagged bantul, curhat, Dhenok belajar, great imitator, komplimen, pola asuh | 2 Comments »
30 October 2009 by thewaskitas
Ini adalah foto Dhenok waktu sakit bapil-batuk pilek- setahun yang lalu. Masa penyembuhan sih, tapi wajahnya masih terlihat sayu. Bapil termasuk sering menyerang Dhenok. Sedih juga sih, mungkin kurang suplemen kekebalan tubuh, padahal dulu Dhenok waktu bayi ng-ASI . Tahun ini sudah dua sampai tiga kali dia kena bapil. Bapil yang terakhir ini, tambah susah makan. Katanyanya tenggorokannya sakit kalo buat nelen. Ada cerita lucu berhubungan sama tenggorokan sakit ini. Di rumah Mbah Ituk , yang momong Dhenok, dia disuruh makan tapi tetep aja jawabnya “gak mau”. Sudah ditawari lauk macem macem, juga gak mau maem. Maunya cuma mimik susu. Dan, Si Dhenok dah empet kali ya, sudah dijawab gak mau bolak balik kok tetep aja disuruh makan. Akhirnya kalimat yang keluar dari mulut Dhenok adalah, “Mbah Ituk nih gimana sih. Kalo Mbah Ituk tenggorokannya sakit, buat nelen sakit juga kan?” Juedhangggg Si Mbah Ituk-nya cuma tersenyum kecut… Saya yang diceritain esok paginya cuma nyengir dan berkata dalam hati, “Huaaa…the real great imitator.”
pic is taken by madho
Posted in DhenokQQ | Tagged bantul, curhat, Dhenok belajar, great imitator, influenza, PAUD, pola asuh | 2 Comments »
3 October 2009 by thewaskitas
PERHATIAN :
- Postingan ini bisa dibaca segala umur.
- Tidak ada unsur pornografi, meski judulnya mendukung foto foto yang akan Anda lihat.
- Selamat menikmati.
Posted in DhenokQQ | Tagged activity, bantul, Dhenok belajar, exploring skills, photography | 11 Comments »
28 September 2009 by thewaskitas
Ini piring Saya waktu bukber KGB FeMale Radio, Jumat (11/9/2009). Hanya bersisa tulang dan sedikit saos sambal dan clepretan mi goreng. Waktu itu, menu yang Saya ambil mi goreng, tofu asam manis dan ayam goreng tepung. Trus nambah lagi ayam goreng tepung plus saos sambal. Hmmm yummy. Yang buat lebih yummy soalnya ketemu sama aluFeya – alumnus FeMale Yogya. Dan ini adalah acara intern – tanpa listener, klien, narasumber - tahunan FeMale Radio sejak berdiri di tahun 2004.
Posted in CumaCerita | Tagged attitude, curhat, gathering, kontemplasi | 13 Comments »
15 September 2009 by thewaskitas

www.istockphoto.com
Trimakasih Tuhan. Meski jatah hidup Saya berkurang, dengan perjalanan hidup sampe usia ini, sudah banyak yang sudah Saya dapatkan dariMu. Memang masih banyak yang ingin Saya wujudkan keinginan keinginan itu, Engkau tahu kan, Tuhan? Saya yakin, denganMu Aku bisaaaa.
Posted in CumaCerita | Tagged birthday, curhat, gift, kontemplasi | 7 Comments »
8 September 2009 by thewaskitas
Pas siaran FeMale Weekend Sabtu, di jam 10-11 WIB ada jatah muterin re-run cuplikan Cerita Cinta Ramadhan on FeMale Radio. Di akhir cuplikan ada lagu penutup… Saya cuma bisa mbatin,” oouuuhhh, lagunaaaaa… dalem, Bo.” Langsung goggling dan ketemu. Ckckckck… liriknya, membuat Saya pengin dengerin dan dengerin terus lagunya. Sayang belum bisa ngikutin nadanya Kelly Rowland yang penuh dengan improvisasi, secara cuma diiringi akustik gitar. Jadi kekuatan lagu ini ada di lirik dan suara Ms. Rowland.
Dan, setiap dengerin lagu ini, ada energi tambahan untuk mencintai dan menyayangi MasDa. Meski MasDa gak romantis, his actions speak louder than those three little words (I Love You).
“Dirimu punya gaya romantis yang beda, Mas. Now, let me say … I Love You, Mas.”
This Is Love by Kelly Rowland
…This is love
It’s written on my face
It’s the way I lean my body towards you
Even when I’m a hundred miles away
This is love
Like a diamond in the sand
It took so long to find you
I can’t wait another day to say
This is love…
Posted in CumaCerita | Tagged akustik, lagu favorit, mancanegara | 9 Comments »
7 September 2009 by thewaskitas

a piece of brownies & a cupless of ice cream
Recipe ini sudah lama jadi hot topic di milis NCC. Saya juga baru nyobanya seminggu kemarin. Konsumsi keluarga aja dan sebagian buat tester temen temen kantor. Sebenernya ini pelampiasan, gara gara buat brownies coklat lapis keju gagal terus. Lapisan kejunya kurang siiippp. Akhirnya, masih ada waktu untuk ngadonin brownies coklat, ah sekalian aja buat yang melted. Wong dah beli couverture kok belum dipake. 1 kg = Rp. 78.000,00 … sayang kan kalo ndak dipake.
Jadi seminggu kemarin, total tiga kali buat brownies ini. Dan pas buat yang kedua, adalah pesanan Qdut, Dhenok melihat kesibukan Saya nguplek di dapur, dan kamipun ngobrol…
Posted in BelajarMasak | Tagged brownies, food, food photography, jajanan | 4 Comments »