Cerita haru di tanggal 27 Oktober 2010, waktu Shubuh.
Teman : “Temanku kemarin sore masih ada di ‘atas’, Mas Wawan sama Pak Agus.”
Saya : “Lho, yang Wawan kan sudah teridentifikasi meninggal karena awan panas di Kinahrejo. Wartawan kan?”
Teman : “Masa?”
Saya : “Iya, coba aja baca internet atau nonton TV”
Setelah itu pandangannya nanar, dan Teman menelpon HP Pak Agus. Puji Tuhan, masih dijawab oleh Pak Agus sendiri. Masih dengan wajah gak percaya dengan berita Mas Wawan, Teman menunjukkan SMSnya. Teman mengirimkan SMS sekitar jam 6an petang (Selasa, 26/10/2010). Isinya mengingatkan Mas Wawan untuk hati hati karena Merapi erupsi lagi dan arah wedhus gembel ke Kinahrejo, hati hati. Mas Wawan mereply dengan jawaban iya, dan ini masih menunggu Mbah Maridjan sholat Maghrib. SMS itu diterima Teman jam 18:08 WIB. Ternyata itu adalah SMS terakhir.
Mengapa Teman seperti tidak percaya dengan berita ini? Sebelumnya, Senin, 25 Oktober 2010, Teman menjemput Mas Wawan di bandara. Selasa, 26 Oktober 2010, bertemu di posko pengungsian Pakem dan akhirnya Teman memutuskan ‘turun’ karena ada acara di ‘bawah”, meski Mas Wawan sempat mengajak. Mas Wawan juga minta dijemput besoknya (Rabu, 27 Oktober 2010), untuk pulang ke Ambarawa karena ingin bertemu keluarganya di Ambarawa.
Selamat jalan Mas Wawan. Terimakasih sudah menjadi teman meski hanya singkat. Tuhan memberkati.


Silakan kunjungi blog sehat di http://www.wisnuvegetarianorganic.wordpress.com/
info yang menarik…
izin nyimak ya…
di tunggu kunjungan baliknya…
by auto loan refinancing