Kadang Saya masih bingung dengan pola pikir anak anak. Mereka seperti sponge. Apapun diserap, tapi hebatnya, jaman sekarang mereka pintar memodifikasi bahkan menjadikan komiditi “senjata” untuk “menampar” orangtua. Tentu orangtua merasa tertampar, karena tidak konsekuen tindakannya… jadi bahasa singkatnya dikritik sama anak. Apa yang Saya ungkapkan di sini termasuk modifikasi versi Dhenok, menurut Saya lho…, karena Saya tidak merasa tertampar banyak hehehe, banyak terbantunya. Suatu waktu Dhenok ikut belanja di swalayan bersama Mama, panggilan Dhenok untuk Yang Ti. Apa yang diambilnya dari rak? Sekaleng soft-drink, sebungkus sosis siap makan, sekaleng sarden dan sebungkus cotton buds. Dhenok memang suka minum soft-drink meski gak sering, sosis siap makan… sangat suka, sarden kaleng untuk lauk makannya, lalu cotton buds? Ini jawabannya sewaktu ditanya Mama, kenapa ambil cotton buds. “Ini buat Bunda,Mama… kasihan, Bunda gak ada duit.” Glek!!! plus ngakak habis sewaktu Mama cerita. Dan kalimat terakhir diucapkan Dhenok seperti itu karena Mama bilang biar Bunda aja yang beli.
OMG… beginikah rasanya dibelain sama anak sendiri, tanpa campur tangan kita. Padahal sewaktu mereka pergi ke swalayan, Saya gak pesan apa apa. Yang pasti, beberapa hari sebelumnya, Dhenok pernah ngecek di meja rias dan persediaan cotton buds memang habis. Sewaktu Dhenok minta dibeliin, Saya jawab belinya kalo sudah ada duit. Saya akui,dan banyak orang bahkan, kalo Dhenok selalu punya jawaban atau komen yang pas dengan situasi yang sedang terjadi. Kalo Saya sendiri, masih bingung dengan… cara didik yang mana yaaa, yang membuat dia jadi seperti itu. Hmmm, forgetit-lah… dan makasih ya, Nok.

asik memang punya anak…kadang tak pikir2 malah kita yang seringkali dapat ‘pelajaran’ dari mereka daripada kita ngajari…
salam..
Oh… so sweet… Besok bilangin ya, dompetnya budhe Dian juga perlu diempatiin. Jadi, siapa tau yang Ti-nya mau ambil pensiun gitu… biar disisakan untuk budhe