Apakah ini Flu Kambing?

Sengaja Saya namain gitu penyakitnya… ngarang.com 😀 Sempat ketawa juga waktu terima berita dari MasDa, apalagi pas baca baris kalimat nelayan Suyadi bilang kaya begini, ” Kemarin ada kambing yang dikira bunting, ternyata kambing tersebut perutnya kembung dan akhirnya mati.” Bwahahahaha

Ihhhh, Jeng ada orang sedih kok diketawain. Itu di mana toh?

Jadi ceritanya, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Bantul, diadakan program kambingisasi. Kambingnya bantuan dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (KPP) Pemkab Bantul.

Lha hubungannya sama flu kambing apa?

Kambing bantuan itu banyak yang mati dan belum ada yang beranak, padahal bantuan sudah diserahkan dari bulan Desember 2008. Ada yang belekan, penyakit kulit dan gangguan pernafasan, jadi kalo dikasih makan aras arasen (malas ; enggan untuk~). Sama kaya pas mau terserang flu kan?

Hmmm, iya ya… cuma punya nelayan Suyadi aja? Yang lainnya?

Kalo nelayan Sukiman bilang kalo kambing yang dikasih tu jenis kambing kacangan (kambing dewasa tapi badannya kecil). Jadi kalo dikasih makan satu tahun pun badannya tidak bertambah besar. Kalo sampe bunting, itu jadi satu berkah untuk nelayan.

Apalagi kalo pas kaya begini ya? Pas gelombang tinggi merajalela. Trus kalo ada kejadian begini Dinas-nya bilang apa, Jeng?

Bu Nur Sumartinah, Kepala Dinas KPP Bantul, bilang kalo kambing yang dikasih bukan anak kambing. Dipastikan itu kambing dewasa jadi siap bunting. Bersama Subdin Kesehatan Hewan juga sudah melakukan pengobatan kambing kambing milik nelayan yang penyakitan, jadi kematian bisa ditekan.

Duuuhh kasihan juga ya. Emang satu nelayan dapat bantuan berapa kambing?

Setiap nelayan dapat bantuan 5 ekor kambing senilai 2,5 juta rupiah. Kalo selama 4 bulan tidak bisa berkembang biak, nelayan bisa menukarkan kambingnya. Terus kata Bu Nur sih, Sebenarnya kalau dalam jangka dua minggu paska bantuan diberikan nelayan bisa minta tukar kambing yang mati. Sayang, kematian kambing lebih dari dua minggu jadi nelayan tidak bisa tukar kambing baru.

Saya jadi penasaran… kambingnya tuh jenis kambing apa to?

Kat Bu Nur sih, jenis kambing yang hidup di pegunungan bukan yang di pesisir jadi butuh penyesuaian dengan kondisi di pinggir pantai.

Wooo yo pantesss, manusia aja butuh penyesuain apalagi kambuiiinnggg.

Eh tapi ngelesnya lagi, gak mungkin dinas KPP memberikan kambing yang hidup di pesisir karena kebanyakan kambing hidup di pegunungan. Gitu loh.

Advertisements

2 thoughts on “Apakah ini Flu Kambing?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s