AyahNda tetap Sayang Dhenok

Pagi ini berangkat kerja dengan hati agak sedih. Dhenok tantrum, nangis sampe jejeritan. Duuuhhhhh. ” 😥 Bunda gak usah kerja, ayo di depan tipi aja…”, begitu kalimat yang keluar dari mulut mungilnya sambil meraung raung. Kalo dimasukkin hati memang, honestly, beraaaaatttt sekali untuk meninggalkan dia. Ini sudah resiko ibu bekerja. Harus ada hati yang keras, dan tetap lembut, untuk menghadapi anak yang tantrum.

Belajar dari membaca, melihat dan pengalaman tetang parenting, Saya sudah menemukan formula untuk menghadapi tantrum Dhenok. Sebagian orang, bahkan mertua pun gak setuju dengan cara Saya. Maaf Bapak Ibu, itu adalah cara Saya untuk menghadapi hal ini, percaya saja sama Saya, Saya berusaha untuk tidak membentak atau main tangan. That’s not my way to teach my child(ren) since i’ve been there.

Formula itu adalah ketegasan dan penuh kasih sayang, karena ini berhubungan dengan mental dia ke depannya. Kalo Dhenok sudah mulai tantrum, Saya sering membiarkannya sampe dia tenang dan menghampiri Saya atau Saya yang menghampiri dia. Sebelum membiarkannya Saya bilang ke dia untuk meneruskan nangisnya dulu sampe puas. It worked to me. Dari beberapa kali tantrum, setelah Dhenok capek nangis dan gak dapat tanggapan dari Nda-nya, akhirnya Dhenok tahu. Dhenok belajar. Ternyata, meminta sesuatu itu gak perlu dengan menangis, dan AyBund ternyata tidak suka dengan cara itu.

Cara ini bisa berhasil ketika sudah dilakukan sejak dari kecil, bahkan dari bayi. Saya pernah baca, kalo tantrum itu adalah ungkapan emosi seorang anak. Kalo sudah terlambat gimana? Jangan takut untuk memulai. Perlu juga kekompakan dengan pasangan, dan orang orang terdekat (mertua, pengasuh, sodara ipar etc). Seperti Saya, yang masih tinggal dengan mertua, agak susah sebenarnya tapi Saya terus berusaha. Ketika ada waktu, Saya pasti menyampaikan alasan sikap Saya mengapa Saya membiarkan Dhenok waktu tantrum. Kalo gak mau terima ya mangga, minimal Saya sudah masang ‘pengumuman’ 😀

Banyak hal yang mempengaruhi Dhenok kenapa sampe tantrum di hari ini. Semalam, tidak sempat main main dengan Saya setelah pulang dari kantor, karena dia sudah tidur. Malam hari terbangun, cuma pipis dan nonton VCD  fave-nya trus tidur lagi. Paginya bangun, tidak dengan sendirinya. Dhenok bangun karena AyBund-nya lagi ngobrol di dekat dia.

MasDa, Dhenok, Jengipee

MasDa, Dhenok, Jengipee

Yaaaa begitulah, bagaimanapun harus dihadapi. Setiap anak itu unik. Jadi AyBund punya cara sendiri untuk mendidiknya. Meski sering dibanding bandingin, AyBund tetep di ‘jalan’nya. Jangan khawatir Nok, AyahNda tetep sayang Dhenok. Always & forever.

Advertisements

2 thoughts on “AyahNda tetap Sayang Dhenok

  1. ‘Saya bilang ke dia untuk meneruskan nangisnya dulu sampe puas’ -> setuju banget. I did the same ke anakku, Cinta. Kadang memang anak butuh pelampiasan, entah itu rasa kesal, cape, minta perhatian, dll, dengan cara menangis. Kadang kalau sedang nangis kita bujuk, dia tambah menjadi jadi. Biarkan saja, sampai puas nangisnya (kalau mau) sambil dipeluk. Setelah reda, baru diajak bicara, pasti lebih didengar. Dan..benar, seumur hidup jangan pernah main tangan sama anak kita. Seberapa emosinya kita, senakal apapun dia, jangan pernah jemari kita meninggalkan bekas di tubuhnya karena tanpa kita sadari jemari itu akan membekas lebih dalam di hatinya. **puitis yoh? heheheh**

  2. anak, hadiah Tuhan yang paling indah. melihat anak kita saat “rewel” kadang seperti melihat kita saat seumurannya. apa yang dia inginkan mungkin sama dengan apa yang kita inginkan saat dulu kita menangis. saat kita melihat anak kita tertawa, ceria, kita melihat Dia yang telah memberikan pada kita… sungguh angung.

    sekarang, aku jadi tahu ternyata henny kecil juga bisa buat anak kecil…kekekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s