Mak Nyesss

Rasanya adem bisa mendengar hal itu,  sama seperti judulnya. Apaan sih?

Ceritanya beberapa hari yang lalu, Saya dan Uti, ngobrol ngobrol di dapur. Beliau bilang kalo banyak yang heran sama Dhenok. Biasanya, balita kalo ditinggal ibu/bapaknya kerja, lengket sama Akung Utinya. Sampai sampai ada istilah anake simbah. Ternyata hal itu tidak berlaku untuk Dhenok. Banyak yang heran, kenapa kalo Bundanya (Saya) pulang kerja, semua gak laku. Dari mulai Akung, yang dilengketi Dhenok kalo Nda-nya gak ada, sampai Mbah Ituk, yang momong Dhenok saban harinya. Rasanya mak nyessss, adem, sejuk…dengar hal itu. bundqq1Puji Tuhan, Saya masih menjadi the most wanted buat Dhenok. Mengingat waktu Saya sedikit untuk bersama Dhenok. Weekdays, harus fulltimer dari jam 8.30 – 17.30, kadang lebih. Weekend, Sabtu, on air jam 10.00 – 14.00. Full @ home cuma hari Minggu. Kalo pas Hari Minggu, penginnya momong bisa disambi praktek resep resep, tapi gak bisa, tetep harus temanin dia. Sampai sampai mau makan, mandi atau BAB  aja gak boleh. Kalo ditanya resepnya apa? Bingung juga gimana jawabnya. Yang pasti, waktu masih janin, sudah Saya doktrin, Dhenok anak Ayah Bunda. Puji Tuhan, sampai sekarang Dhenok masih mendengar doktrin itu 😈

Advertisements

5 thoughts on “Mak Nyesss

  1. bener2 mak nyesss mbak, rasanya sumedot ing ati merasakan kedekatan anak dan ibu khususnya. Makanya, untuk “menebus dosa” ke anak2 saya, sabtu minggu waktu saya full untuk mereka

    Aminnn, jangan jangan sambil pegang termos es Gus

  2. Selamat malam Deviw, senang bisa bolak-balik baca artikelnya, itulah peran sebagai Ibu sebagai tiang dalam rumah tangga, juga sebagai pelindung bagi anak-anaknya. Yang kita utamakan sebagai wanita karir, walaupun waktu untuk bersama anak-anak relatif sedikit tapi buat waktu yang sedikit itu berkualitas sehingga anak merasakan berartinya kehadiran Ibu. Saya menerapkan hal ini pada kedua anak saya, sering kali saya tinggalkan perjalanan Dinas beberapa hari kemudian sambung lagi perjalanan Dinas ke kota yang lain, terlebih ayahnyapun demikian, sehingga kami punya komitmen dengan suami kalau kita berada di rumah kita buat waktu yang sedikit itu berkualitas, sehingga tidak heran pulang kantor langsung main sepak bola dengan anaknya. Sebagai Ibu hal itu adalah karunia, karena tidak semua Ibu dapat mengalami seperti itu, dan Ibu sebagai tiang dalam rumah tangganya. Demikian Deviw, Terima kasih untuk tulisan yang bagus.

    Regards, agnes sekar

    Puji Tuhan kalo bisa buat “adem” yang baca juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s