“Maaf Bunda, aku gak bisa bantuin”

Salah satu hal, melakukan sesuatu yang butuh waktu luang, adalah merapikan mainan, atau apapun property yang ditinggalkan si kecil untuk bermain… mmm at least ini menurut Saya. Sekarang Dhenok  suka bereksperimen dengan berbagai macam alat mewarnai dan mengasah ketrampilan menggunting, menggambar abstrak dengan spidol, juga stapling – meng-clip kertas dengan stapler. Senang melihat Dhenok bisa explore herself much, dan Saya sepet saat melihat Dhenok tidak merapikan mainannya setelah exploration, apalagi setelah gunting menggunting… 1st hadeeee.

Sampai akhirnya kesepetan Saya sudah di puncak, dan Saya deal deal-an sama Dhenok untuk membantu Saya membereskan all those things di weekend. Rencananya sih sambil kasih pembelajaran untuknya supaya bisa lebih bertanggung jawab dan filing step by step.

Weekend tlah tiba. Dhenok juga mengingatkan Saya untuk merapikan ruangan ‘workshop‘ dia, dan Saya sambut gembira. “OK, kita mulai memilih barang barang mana yang masih dipakai dan tidak dipakai”, kata Saya. Dhenok mulai membantu memasukkan crayon ke plastik 1/4 kg… tapi lamanyoooo, karena dia punya 3 boxes of crayon tapi dia gak mau masukkin crayon ke box-nya. Sampai Saya sudah selesai memilah buku-buku dan kertas-kertas menurut tingkat kegunaannya, dia masih asyik mbungkusi crayon… 2nd hadeeee.

Akhirnya, setelah kecapekan mbungkusi, Dhenok langsung setel VCD favorit dan, sudah deh… lupa kalau dia harus jadi asisten Saya. Dhenok malah sibuk keluar masuk ruangan. Pas dia mau ke dapur, Saya minta tolong, “Dhenok tolong bawa ini, ditaruh di tempat sampah yaaa.” Tak kusangka jawaban yang kutrima adalah, “Maaf Bunda, aku gak bisa bantuin”, sambil buru buru ngacir keluar dari ruangan.  Hiyaaaaa… terus terang Saya malah ngakak dan tentunya keki karena nada bicaranya sama seperti myOWNself.  Waktu dia balik ke ruangan ‘workshop‘, Saya tanya mengapa tadi jawabannya seperti itu.

Inilah jawabannya, “Iyaaa, seperti Bunda tu loh kalo pagi pagi gak ada waktu nyuapin Aku karena waktunya harus dibagi bagi. ” Dhoeeennnggg, ya ya ya kalimat ini sering Saya ucapkan kalau waktu Saya mepet mo berangkat kerja dan dia manja, pengin disuapin, “Maaf  Dhenok, Bunda gak bisa nyuapin.”  Dengan alasan bla bla bla… 3rd hadeeee.

Advertisements

3 thoughts on ““Maaf Bunda, aku gak bisa bantuin”

  1. to Nataya : wooo tante-ig, kok ngunu 😉
    to Billa : yup, really really a great imitator. emang harus hati hati. tantangan untuk jd orangtua hehehe 😉

  2. hehe…hati-hati jaga sikap dan ucapan di depan dhenok…dia adalah fotocopy mama….kalo yang aku denger dari demplonku tiap sore adalah…”ibuuu mandiii”…itu juga yang aku ucapkan tiap pagi untuk dia kalo dia lelet,,,,,

    Cooking Recipes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s