Belajar Ikhlas

Ikhlas, sulit dilakukan dan butuh waktu. Memang Saya penganut prinsip, sesuatu yang sulit bukan berarti tidak dapat diselesaikan. Prinsip itulah yang membuat Saya selalu mampu menjaga semangat dan menjalani proses belajar. Kadang, di saat menjalani proses ada rasa pedih – perih & sedih, bahagia, it’s like an emotional rollercoaster. Ketika banyak argumen yang sudah terucap tidak bisa diterima oleh orang lain, di saat itulah Saya mulai belajar ikhlas. Jadi seperti judul lagu Bryan McKnight – Back at One. Catat ya, judulnya, bukan lagunya. Balik lagi ke langkah pertama dengan sudut pandang yang berbeda.

Apa yang membedakan? Sudut pandang… jelas jawabannya itulah, Jeng  😛 Sudut pandang yang berbeda akan membuat langkah pertama yang baru, dan Saya gak boleh patah semangat untuk selalu membuat langkah pertama untuk sudut pandang yang berbeda. Didasari dengan rasa ikhlas, Saya yakin Tuhan sudah punya rencana yang lebih baik. Kita gak pernah tahu, just Heaven knows…

Untuk teman yang sedang mengalami hal yang sama, selalu nyalakan semangat dalam diri tanpa bantuan siapapun atau apapun. Ketika banyak argumen yang sudah terucap tidak bisa diterima oleh orang lain, setelah membuat hati ini jadi ikhlas, serahkan padaNya. Berdoa yang baik, supaya Dia juga memberikan yang baik untuk kita. Amen. Bukan berharap imbalan dari doa yang sudah terucap, tapi itulah janjiNya dan tak pernah diingkariNya.

Jadi, berdoa pun juga harus ikhlas, ya…

Advertisements

One thought on “Belajar Ikhlas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s