Disconnect

Suatu saat MasDa lagi ada liputan di Solo. Menyempatkan diri SMS kalau dia sudah check out dari Hotel Lor In Solo, itu sekitar jam 10 malam lebih sekian menit. OK, berarti sebentar lagi nyampe rumah, yaaa perkiraan Saya sih sekitar 15 sampai 30 menitan. Menunggu tik tok tik tok … kok ga nyampe nyampe yaaaa, akhirnya Saya telpon.

MasDa : “Halo …”

Saya : “Ayah sudah sampai mana?”

MasDa : “Ya masih perjalanan nooo menuju Jogja.”

Saya : “Lho, bukannya tadi SMS sudah sampe Ros In?,  kan cuma di perempatan Ring Road Jalan Paris.”

MasDa : “Lor In, Nda … bukan Ros In.”

Dan terdengarlah backsound ketawa “Bwaahahahahaa” … ternyata backsound tadi tertawanya teman teman MasDa semobil, yang isinya bertujuh. Mereka tertawa karena dengar suara Saya salah menyebut hotel, yang seharusnya Lor In, Saya menyebutnya Ros In.  Kebetulan juga MasDa menjawab telpon Saya dengan loudspeakerhadeeee. Meski malu akhirnya Saya ikut ngakak juga, dan bilang, “Wis ah… tak tutup wae telponnya. Isin aku”. tut … tut … tut …

Disconnect bener nih, tahu Lor In ada di Solo kok ya yang ada di pikiran Ros In di Jogja. Serius ketawa deh kami berdua kalau ingat kejadian itu.

Advertisements

Saya Merasa Tertipu

 

Pasti sering lihat TVC ini ‘kan? Jujur, pertama kali lihat ini iklan, pemahaman Saya adalah mas pembalap terkenal itu ngiklanin ILM tentang keselamatan mengemudi. Sewaktu Saya ikuti alurnya sampai akhir, aseeemik… Saya merasa tertipu, ternyata iklan semen. Salut deh buat yang membuat iklan ini. Kreatif banget sih, nggak… tapi ide sederhananya mampu mencuri mata Saya yang baru sekali lihat tayangan iklan ini, atau jangan jangan Sayanya yang  o o n 🙂

You’ve Got Mail

1555521_709054589114603_2137374826_n

Saat lihat pic ini ada di timeline page ini, Saya merasa ‘wow’ … idenya oke. Meski sekarang Dhenok sudah kelas 2 SD, belum terlambat lah untuk melakukan hal yang sama. Hapuslah kata terlambat dalam pikiran kita, jika kita melakukan hal yang baik. Banyak hal yang bisa kita ketikkan dan kirim via e-mail untuk anak kita tercinta, tentu hal hal yang baik, yang bisa membangun karakter positif. Dan semoga saja di saat membacanya dia akan tersentuh dan bisa memperbaiki sikap sikap yang kurang baik juga mempertahankan sikap sikap positif yang sudah dia lakukan. Amin.

Harlem Shake

Setelah gaya dance Gangnam Style jadi perbincangan sedunia fana ini, muncul Harlem Shake. Pertama kali melihat liputannya di tipi, gak menarik diriku blasss, hanya kesan aneh dan punya pikiran “kaya wong edan”. Yang satu goyang ini yang satu goyang itu, yang satunya goyang ini itu… hadeeeehhh. Tapi katanya, malah itu seninya… masa sih? Hhhmmmm tetep gak bisa menarik hatiku meski sudah banyak versi di You Tube.

Ada hal yang sempat membuat Saya tergelitik dan akhirnya memotret poster yang tertempel di dekat ATM suatu bank di tempat Saya tinggal. Saat membaca judul event-nya, langsung terpikir,”Apakah ini terjemahan dari senam Harlem Shake?”. Saya gak bisa membayangkan jika, orang yang sudah mendaftar, ternyata punya pikiran, akan ada instruktur senam terus ngasih contoh gerakan yang harus ditiru tapi pada kenyataannya tidak. Karena bunyi event-nya seperti ini

Continue reading

Belajar Ikhlas

Ikhlas, sulit dilakukan dan butuh waktu. Memang Saya penganut prinsip, sesuatu yang sulit bukan berarti tidak dapat diselesaikan. Prinsip itulah yang membuat Saya selalu mampu menjaga semangat dan menjalani proses belajar. Kadang, di saat menjalani proses ada rasa pedih – perih & sedih, bahagia, it’s like an emotional rollercoaster. Ketika banyak argumen yang sudah terucap tidak bisa diterima oleh orang lain, di saat itulah Saya mulai belajar ikhlas. Jadi seperti judul lagu Bryan McKnight – Back at One. Catat ya, judulnya, bukan lagunya. Balik lagi ke langkah pertama dengan sudut pandang yang berbeda.

Apa yang membedakan? Sudut pandang… jelas jawabannya itulah, Jeng  😛 Sudut pandang yang berbeda akan membuat langkah pertama yang baru, dan Saya gak boleh patah semangat untuk selalu membuat langkah pertama untuk sudut pandang yang berbeda. Didasari dengan rasa ikhlas, Saya yakin Tuhan sudah punya rencana yang lebih baik. Kita gak pernah tahu, just Heaven knows…

Untuk teman yang sedang mengalami hal yang sama, selalu nyalakan semangat dalam diri tanpa bantuan siapapun atau apapun. Ketika banyak argumen yang sudah terucap tidak bisa diterima oleh orang lain, setelah membuat hati ini jadi ikhlas, serahkan padaNya. Berdoa yang baik, supaya Dia juga memberikan yang baik untuk kita. Amen. Bukan berharap imbalan dari doa yang sudah terucap, tapi itulah janjiNya dan tak pernah diingkariNya.

Jadi, berdoa pun juga harus ikhlas, ya…