From Kiki with Love

Hari Ibu tahun 2013, Saya dikejutkan dengan sesuatu handmade Dhenok (Kiki) … my beloved daughter. Sayangnya pemberian itu tertunda sehari, karena pas tanggal 22 Desember 2013, kepala Saya pening dari pagi karena efek cacar air yang muncul di kepala. Isinya cuma merebahkan kepala, bahkan tidur malam lebih dini … ngebluk atau pening, Bund? ­čśŤ

IMG00274-20131229-1051

Rencana tanggal 23 Desember 2013 sudah mulai masuk kerja, jadual siaran Saya jam 9 pagi. Ndilalah kok pas lihat BB ada message dari Tita, workmate, kalau minta tukar jam siaran … ya wis, hayuk aja. Meski sudah siap untuk berangkat, akhirnya diterusin kruntelan sama Dhenok, karena masih siang nanti Saya siarannya. Saat kruntelan itulah, Dhenok mulai action planningnya, yang mungkin sudah direncanakan lama. Pas hari Minggu siang, Dhenok sempat bilang, “Aku punya kejutan buat Bunda, tapi nanti malam aja deh, karena aku belum buat”, :)) ga tahunya si Nda malah tidur gara gara ngobat kepala.

Continue reading

Advertisements

Cooking Class Kiddies : Pizza

cooking-class-kiddies-pizza-1Sewaktu Saya kasih tahu Dhenok, kalo dia Saya daftarkan cooking class membuat pizza, matanya langsung berbinar dan excited. Februari baru masuk tanggal 1, dia sudah ga sabar menanti. Jrengggg…akhirnya sampailah tanggal 10/2/2013, saatnya Cooking Class Kiddies (CCK) : Pizza di Legend Cafe Jogja. Ini adalah program CCK yang pertama. 15 kiddies ternyata cukuplah untuk membuat kakak kakak chef kerepotan membantu. Umur peserta variatif, minimal 4 tahun, peserta yang ikut kali ini. Geli & gemes melihat mereka ngoprek ngoprek adonan pizza, bahkan ada yang gak mau nyentuh adonan karena terasa dingin.┬á Ada juga saat ngolesi adonan pizza, yang sdh digiling, dengan saus tomat…dijilat jilat pisau olesnya sampai bersih ‘mengkilat’ kembali. Dhenok, anak Saya, cenderung tenang dan ga neka neka…seperti emaknya, hmmmm… Pulang bawa pizza kreasi sendiri, apron CCK dan pengalaman berbeda di hari ini. Continue reading

“Terimakasih, Nok”

Kadang Saya masih bingung dengan pola pikir anak anak. Mereka seperti sponge. Apapun diserap, tapi hebatnya, jaman sekarang mereka pintar memodifikasi bahkan menjadikan komiditi “senjata” untuk “menampar” orangtua. Tentu orangtua merasa tertampar, karena tidak konsekuen tindakannya… jadi bahasa singkatnya dikritik sama anak. Apa yang Saya ungkapkan di sini termasuk modifikasi versi Dhenok, menurut Saya lho…, karena Saya tidak merasa tertampar banyak hehehe, banyak terbantunya. Continue reading

“Maaf Bunda, aku gak bisa bantuin”

Salah satu hal, melakukan sesuatu yang butuh waktu luang, adalah merapikan mainan, atau apapun property yang ditinggalkan si kecil untuk bermain… mmm at least ini menurut Saya. Sekarang Dhenok┬á suka bereksperimen dengan berbagai macam alat mewarnai dan mengasah ketrampilan menggunting, menggambar abstrak dengan spidol, juga stapling – meng-clip kertas dengan stapler. Senang melihat Dhenok bisa explore herself much, dan Saya┬ásepet saat melihat Dhenok tidak merapikan mainannya setelah exploration, apalagi setelah gunting menggunting… 1st hadeeee. Continue reading

Bunda Hebaaattt

monopoli-2Beginilah kalau Si Dhenok sudah mulai dasaran di atas kasur tidurnya. Berantakan, dan geli juga waktu Dhenok bermain dengan uang uang mainan monopoli. Pasti sudah banyak yang tahu kan, gimana mainan monopoli itu? Ada kartu DANA UMUM, KESEMPATAN, HIPOTIK dan UANG BANK. Tentunya masing masing item, lembarannya lebih dari sepuluh lembar. Bisa dibayangkan toh, kalo semua lembaran itu diabul abul (diberantakin). Salah satu kebiasaan Saya, sering mengingatkan Dhenok untuk membereskan semua mainannya sebelum bobo. Dan memujinya setelah bisa membereskan semuanya, dengan kalimat, “Waaa hebat, Dhenok bisa beresin mainannya…..”

Satu malam, Dhenok ngabul abul mainan monopoli ini di atas kasur tidurnya, dan ditinggal begitu saja ke kamar akung uti untuk nonton TV sampe tertidur pulas. Akhirnya, bisa ditebak, siapa yang membereskan mainannya. Yup, Saya, bundanya. Dan esok paginya, setelah cukup ‘ampere’ dari bangun tidur, lagi lagi mainan monopoli diabul abul. Saya yang barusan masuk ke ruangan, cuma bisa mengingatkan dan menegur, “Dhenok kok mainan itu lagi. Setelah selesai, dibereskan.” Pernyataan Saya dibalas dengan pertanyaan, ” Semalam xixixiyang beresin mainanku siapa?” Saya jawab, “Ya Bunda, Dhenok kan dah keburu bobo sebelum beresin mainan.” Dan Saya dapat komplimen dari Dhenok, “Waaaa Bunda hebaaaattt.” Tentu saja dengan mengacungkan dua jempolnya, kanan dan kiri, juga dengan senyum jahilnya. “Asemik”, jawab Saya dalam hati. Dududududu, Si Ayah yang Saya ceritain ngakak habis.

Sakit juga kaann?

MG_0037Ini adalah foto Dhenok waktu sakit bapil-batuk pilek- setahun yang lalu. Masa penyembuhan sih, tapi wajahnya masih terlihat sayu. Bapil termasuk sering menyerang Dhenok. Sedih juga sih, mungkin kurang suplemen kekebalan tubuh, padahal dulu Dhenok┬á waktu bayi ng-ASI . Tahun ini sudah dua sampai tiga kali dia kena bapil. Bapil yang terakhir ini, tambah susah makan. Katanyanya tenggorokannya sakit kalo buat nelen. Ada cerita lucu berhubungan sama tenggorokan sakit ini. Di rumah Mbah Ituk , yang momong Dhenok, dia disuruh makan tapi tetep aja jawabnya “gak mau”. Sudah ditawari lauk macem macem, juga gak mau maem. Maunya cuma mimik susu. Dan, Si Dhenok dah empet kali ya, sudah dijawab gak mau bolak balik kok tetep aja disuruh makan. Akhirnya kalimat yang keluar dari mulut Dhenok adalah, “Mbah Ituk nih gimana sih. Kalo Mbah Ituk tenggorokannya sakit, buat nelen sakit juga kan?” Juedhangggg┬á Si Mbah Ituk-nya cuma tersenyum kecut… Saya yang diceritain esok paginya cuma nyengir dan berkata dalam hati, “Huaaa…the real great imitator.”

pic is taken by madho