Garang Asem Ayam

Pertama kali makan garang asem ayam… mmmm syedaaap. Mungkin pas dapat yang rasanya sedap kali ya. Terus sewaktu ngungsi ke Wonogiri, saat gempa Jogja 2006, Bulik juga sering nyuguhin menu ini sebagai lauk makan siang. Meski murah dan isinya sauprit, tetep syedaaap juga. Saat kepingin masak resep ini, browsing dulu. Beberapa resep ada yang berkuah banyak, ada yang nyemek. Saya lebih senang yang nyemek jadi gak berasa makan opor ayam 😛 Setelah membanding bandingkan resep, akhirnya nemu resep garang asem dengan cara pengolahan yang simple.

garang asem angkatan shortcut :P

garang asem angkatan shortcut 😛

Continue reading

#LearningByDoing : Embed Facebook Posts on Your WordPress.com Site

Saat menerima eNewsletter dari WordPress, langsung pengin nyoba. Cara ini bisa membantu teman teman yang malas posting di blog… kaya akyuuuu :P. Coba ya dicoba, hasilnya kaya apa nih…. simsalabim jadi apa… prok prok

YEAAYYYYY... gampang lho…

ASSIGNMENT COMPLETE

Harlem Shake

Setelah gaya dance Gangnam Style jadi perbincangan sedunia fana ini, muncul Harlem Shake. Pertama kali melihat liputannya di tipi, gak menarik diriku blasss, hanya kesan aneh dan punya pikiran “kaya wong edan”. Yang satu goyang ini yang satu goyang itu, yang satunya goyang ini itu… hadeeeehhh. Tapi katanya, malah itu seninya… masa sih? Hhhmmmm tetep gak bisa menarik hatiku meski sudah banyak versi di You Tube.

Ada hal yang sempat membuat Saya tergelitik dan akhirnya memotret poster yang tertempel di dekat ATM suatu bank di tempat Saya tinggal. Saat membaca judul event-nya, langsung terpikir,”Apakah ini terjemahan dari senam Harlem Shake?”. Saya gak bisa membayangkan jika, orang yang sudah mendaftar, ternyata punya pikiran, akan ada instruktur senam terus ngasih contoh gerakan yang harus ditiru tapi pada kenyataannya tidak. Karena bunyi event-nya seperti ini

Continue reading

Belajar Ikhlas

Ikhlas, sulit dilakukan dan butuh waktu. Memang Saya penganut prinsip, sesuatu yang sulit bukan berarti tidak dapat diselesaikan. Prinsip itulah yang membuat Saya selalu mampu menjaga semangat dan menjalani proses belajar. Kadang, di saat menjalani proses ada rasa pedih – perih & sedih, bahagia, it’s like an emotional rollercoaster. Ketika banyak argumen yang sudah terucap tidak bisa diterima oleh orang lain, di saat itulah Saya mulai belajar ikhlas. Jadi seperti judul lagu Bryan McKnight – Back at One. Catat ya, judulnya, bukan lagunya. Balik lagi ke langkah pertama dengan sudut pandang yang berbeda.

Apa yang membedakan? Sudut pandang… jelas jawabannya itulah, Jeng  😛 Sudut pandang yang berbeda akan membuat langkah pertama yang baru, dan Saya gak boleh patah semangat untuk selalu membuat langkah pertama untuk sudut pandang yang berbeda. Didasari dengan rasa ikhlas, Saya yakin Tuhan sudah punya rencana yang lebih baik. Kita gak pernah tahu, just Heaven knows…

Untuk teman yang sedang mengalami hal yang sama, selalu nyalakan semangat dalam diri tanpa bantuan siapapun atau apapun. Ketika banyak argumen yang sudah terucap tidak bisa diterima oleh orang lain, setelah membuat hati ini jadi ikhlas, serahkan padaNya. Berdoa yang baik, supaya Dia juga memberikan yang baik untuk kita. Amen. Bukan berharap imbalan dari doa yang sudah terucap, tapi itulah janjiNya dan tak pernah diingkariNya.

Jadi, berdoa pun juga harus ikhlas, ya…