“Maaf Bunda, aku gak bisa bantuin”

Salah satu hal, melakukan sesuatu yang butuh waktu luang, adalah merapikan mainan, atau apapun property yang ditinggalkan si kecil untuk bermain… mmm at least ini menurut Saya. Sekarang Dhenok  suka bereksperimen dengan berbagai macam alat mewarnai dan mengasah ketrampilan menggunting, menggambar abstrak dengan spidol, juga stapling – meng-clip kertas dengan stapler. Senang melihat Dhenok bisa explore herself much, dan Saya sepet saat melihat Dhenok tidak merapikan mainannya setelah exploration, apalagi setelah gunting menggunting… 1st hadeeee. Continue reading

Advertisements

Bunda Hebaaattt

monopoli-2Beginilah kalau Si Dhenok sudah mulai dasaran di atas kasur tidurnya. Berantakan, dan geli juga waktu Dhenok bermain dengan uang uang mainan monopoli. Pasti sudah banyak yang tahu kan, gimana mainan monopoli itu? Ada kartu DANA UMUM, KESEMPATAN, HIPOTIK dan UANG BANK. Tentunya masing masing item, lembarannya lebih dari sepuluh lembar. Bisa dibayangkan toh, kalo semua lembaran itu diabul abul (diberantakin). Salah satu kebiasaan Saya, sering mengingatkan Dhenok untuk membereskan semua mainannya sebelum bobo. Dan memujinya setelah bisa membereskan semuanya, dengan kalimat, “Waaa hebat, Dhenok bisa beresin mainannya…..”

Satu malam, Dhenok ngabul abul mainan monopoli ini di atas kasur tidurnya, dan ditinggal begitu saja ke kamar akung uti untuk nonton TV sampe tertidur pulas. Akhirnya, bisa ditebak, siapa yang membereskan mainannya. Yup, Saya, bundanya. Dan esok paginya, setelah cukup ‘ampere’ dari bangun tidur, lagi lagi mainan monopoli diabul abul. Saya yang barusan masuk ke ruangan, cuma bisa mengingatkan dan menegur, “Dhenok kok mainan itu lagi. Setelah selesai, dibereskan.” Pernyataan Saya dibalas dengan pertanyaan, ” Semalam xixixiyang beresin mainanku siapa?” Saya jawab, “Ya Bunda, Dhenok kan dah keburu bobo sebelum beresin mainan.” Dan Saya dapat komplimen dari Dhenok, “Waaaa Bunda hebaaaattt.” Tentu saja dengan mengacungkan dua jempolnya, kanan dan kiri, juga dengan senyum jahilnya. “Asemik”, jawab Saya dalam hati. Dududududu, Si Ayah yang Saya ceritain ngakak habis.

Sakit juga kaann?

MG_0037Ini adalah foto Dhenok waktu sakit bapil-batuk pilek- setahun yang lalu. Masa penyembuhan sih, tapi wajahnya masih terlihat sayu. Bapil termasuk sering menyerang Dhenok. Sedih juga sih, mungkin kurang suplemen kekebalan tubuh, padahal dulu Dhenok  waktu bayi ng-ASI . Tahun ini sudah dua sampai tiga kali dia kena bapil. Bapil yang terakhir ini, tambah susah makan. Katanyanya tenggorokannya sakit kalo buat nelen. Ada cerita lucu berhubungan sama tenggorokan sakit ini. Di rumah Mbah Ituk , yang momong Dhenok, dia disuruh makan tapi tetep aja jawabnya “gak mau”. Sudah ditawari lauk macem macem, juga gak mau maem. Maunya cuma mimik susu. Dan, Si Dhenok dah empet kali ya, sudah dijawab gak mau bolak balik kok tetep aja disuruh makan. Akhirnya kalimat yang keluar dari mulut Dhenok adalah, “Mbah Ituk nih gimana sih. Kalo Mbah Ituk tenggorokannya sakit, buat nelen sakit juga kan?” Juedhangggg  Si Mbah Ituk-nya cuma tersenyum kecut… Saya yang diceritain esok paginya cuma nyengir dan berkata dalam hati, “Huaaa…the real great imitator.”

pic is taken by madho

I don’t Know

remote & TV

remote & TV

Gara gara Saya sering jawab,”Bunda gak tahu, I don’t know”, akhirnya Dhenok belajar sedikit English.  Seperti waktu itu kita, Saya-Dhenok-Uti, lagi nonton sitkom di salah satu TV swasta. Dhenok tanya,”Bunda, Mas Olganya ke mana?” Waktu itu si Olga memang lagi gak tampil.  Saya jawab,” Gak tahu, Nok.” trus langsung disamber ma Dhenok,” I don’t know….”. 🙂 Apiiikkkk… pake nada iklan rokok yang hijau itu yaaaa.