Bunda Hebaaattt

monopoli-2Beginilah kalau Si Dhenok sudah mulai dasaran di atas kasur tidurnya. Berantakan, dan geli juga waktu Dhenok bermain dengan uang uang mainan monopoli. Pasti sudah banyak yang tahu kan, gimana mainan monopoli itu? Ada kartu DANA UMUM, KESEMPATAN, HIPOTIK dan UANG BANK. Tentunya masing masing item, lembarannya lebih dari sepuluh lembar. Bisa dibayangkan toh, kalo semua lembaran itu diabul abul (diberantakin). Salah satu kebiasaan Saya, sering mengingatkan Dhenok untuk membereskan semua mainannya sebelum bobo. Dan memujinya setelah bisa membereskan semuanya, dengan kalimat, “Waaa hebat, Dhenok bisa beresin mainannya…..”

Satu malam, Dhenok ngabul abul mainan monopoli ini di atas kasur tidurnya, dan ditinggal begitu saja ke kamar akung uti untuk nonton TV sampe tertidur pulas. Akhirnya, bisa ditebak, siapa yang membereskan mainannya. Yup, Saya, bundanya. Dan esok paginya, setelah cukup ‘ampere’ dari bangun tidur, lagi lagi mainan monopoli diabul abul. Saya yang barusan masuk ke ruangan, cuma bisa mengingatkan dan menegur, “Dhenok kok mainan itu lagi. Setelah selesai, dibereskan.” Pernyataan Saya dibalas dengan pertanyaan, ” Semalam xixixiyang beresin mainanku siapa?” Saya jawab, “Ya Bunda, Dhenok kan dah keburu bobo sebelum beresin mainan.” Dan Saya dapat komplimen dari Dhenok, “Waaaa Bunda hebaaaattt.” Tentu saja dengan mengacungkan dua jempolnya, kanan dan kiri, juga dengan senyum jahilnya. “Asemik”, jawab Saya dalam hati. Dududududu, Si Ayah yang Saya ceritain ngakak habis.

Advertisements