Muffin Pisang

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Muffin Pisang

Weeeewww lama gak posting blog… kangen juga. Posting tentang cemilan aaahhh. Waktu itu di rumah ada setandan pisang ambon, sayangnya, buah masih mungil semua tapi pohon sudah roboh. Jadinya hanya sedikit pisang ambon mungil yang matang, tapi lumayanlah bisa buat muffin versi irit porsi. Setelah membolak balik halaman buku resep tentang muffin, akhirnya nemu resep banana & chocolate chip muffin, yang saya pikir cukuplah untuk loyang muffin mini dengan 12 lubang. Saya buatnya ga pakai chocochips, tetep enak juga … muji diri sendiri 😛 Seneng banget buat muffin, karena bahannya simple, gak perlu mixer dan cepat rampung. Akhir akhir ini, saya lebih suka pake teknik campur mentega dengan bahan kering sampai berbutir, baru memasukkan bahan cair ke bahan kering. Jadi ga perlu melelehkan mentega, adonan bisa tercampur lebih rata dan ga overmix. 45 menit sampai 1 jam cukuplah untuk buat resep ini, mulai preparing sampai baking. Sayangnya, pisang yang saya gunakan mungil, meski jumlahnya sudah sesuai resep, ternyata kurang berasa pisangnya. It’s OK… masih moist teksturnya, dan bisa dibuat summary untuk resep ini. Dimakan esok hari juga masih moist dan manisnya lebih terasa, padahal cuma saya simpan di suhu ruang. Minum secangkir teh atau segelas susu, mmmm yummy. Enjoy 😉

muffin pisang

Banana Cake : done

banana cake

banana cake

Pagi tadi akhirnya kesampaian buat banana cake. Resepnya ngikutin dari buku Serial Primarasa Cake Klasik. Selain itu tangan sudah gatel pengin baking, pengin naklukin lagi pound cake yang dulu pernah gagal, menurut saya. Bantat sih nggak cuma teksturnya kurang halus, karena yang sebelum itu pernah buat, teksturnya ok dan enak. Waktu itu nyontek resep pound cake dari Majalah Femina. Niat buat banana cake ini tersulut karena melihat banyak pisang kapok yang tergeletak di ruang belakang. Maklum, rumah mertua banyak pohon pisang. Daripada buat kombor sapi, mendhingan sebagian aku buat cake.